Tampilkan postingan dengan label Fakta semut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta semut. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Desember 2014

Beginilah Cara Semut Memanggil Teman-temannya

 
Beginilah Cara Semut Memanggil Teman-temannya - Semut yang menemukan sumber makanan meninggalkan jejak senyawa kimia [Feronom] di tanah melalui sengat pada bokongnya. Jejak yang dibuatnya membantu teman-temannya menemukan sumber makanan. Banyak serangga memiliki zat feromon, tapi masing masing memiliki fungsi yang serupa tapi tak sama. Sebagai contoh : Semut menggunakan feromon untuk meninggalkan jejak, sedangkan kupu-kupu menggunakan Feromon untuk menarik lawan jenis.
Semut yang bertugas mencari makan biasanya menjalankan tugas dengan cara yang sulit dijelaskan. Ia berangkat ke sumber makanan dengan berjalan berkelok-kelok, tetapi kembali ke sarang dengan rute lurus yang lebih singkat. Bagaimana mungkin seekor semut yang hanya dapat melihat beberapa sentimeter ke depan bisa berjalan lurus?
 
 

Jumat, 12 Desember 2014

TUGAS DAN FUNGSI DALAM KOLONI SEMUT

Semua kegiatan koloni semut berkisar seputar ratu dan telurnya. Ratu semut yang bertugas bereproduksi ini sangat dijunjung tinggi oleh rakyatnya. Semua keperluan sang ratu dipenuhi para pekerjanya. Hal terpenting yang dilakukan semut pekerja adalah melayani sang ratu dan memastikan bahwa sang ratu dan bayinya selamat.



Baca selengkapnya....

Selasa, 09 Desember 2014

Fakta Unik Tentang Semut

Semut merupakan salah satu hewan purba yang masih hidup sampai sekarang ini. Di antara serangga-serangga lainnya, semut adalah yang paling cerdas. Semut juga merupakan hewan dengan otak paling besar proporsinya jika dibandingkan dengan tubuhnya. Semut juga merupakan hewan yang paling kompak dengan sesama koloninya. Ia selalu bekerja sama dalam segala urusan. Termasuk, jika salah satu semut menemukan makanan, ia tidak rakus dan memakannya sendiri. Namun, memberitahunya kepada teman-temannya yang lain. Ingin tahu fakta unik tentang semut lainnya ? Silahkan membaca artikel ini.

Jumat, 22 Agustus 2014

Punya 250 Ribu Sel Otak, Ini Dia Fakta Menakjubkan Penciptaan Semut



Punya 250 Ribu Sel Otak, Ini Dia Fakta Menakjubkan Penciptaan Semut




Semut merupakan salah satu jenis serangga yang namanya dijadikan nama salah satu surah di Al Qur’an, yaitu surah An-Naml. Dinamakan An-Naml (semut) karena pada ayat 18 dan 19 surah ini berisikan tentang kisah seekor pemimpin semut yang menginstruksikan anak buahnya untuk segera masuk sarang karena nabi Sulaiman as dan tentaranya akan melewati tempat itu. Nabi Sulaiman as yang mempunyai mu’jizat bisa mengerti suara hewan kemudian merasa takjub atas kejadian tersebut dan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kepadanya.

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An Naml: 17-18)

Senin, 18 Agustus 2014

KENDALA BUDIDAYA SEMUT RANGRANG

Kendala Budidaya Semut Rangrang



1. Mati
Kematian semut rangrang dalam jumlah yang sangat banyak sering membuat peternak semut rangrang bingung. Dalam beberapa kasus, jumlahnya mencapai >75% populasi.

Faktor kematian semut rangrang sbb:


Senin, 28 Juli 2014

Bahasa Semut

Oleh: Abduddaim al-Kahil

Profesor Robert Hickling sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meneliti serangga dan merekam getaran-getaran bunyi yang mereka lepaskan. Namun, bahan-bahan yang diperoleh tidak bisa dinyatakan hingga ia mampu merekam bunyi-bunyi yang berasal dari semut. Ia bermaksud meneliti semut di sarangnya. Mereka tidak menemukan metoda yang lebih baik daripada mengikuti bunyi-bunyi semut.
Bagaimanapun, hal yang mengejutkan ilmuwan itu adalah bahwa frekwensi bunyi-bunyi yang dilepaskan semut-semut itu bervariasi dari satu semut dengan semut lain, dan dari jenis semut yang satu dengan jenis semut yang lain. Ada dua belas ribu spesis dalam dunia semut di muka bumi, melebihi ras manusia. Di hadapan jumlah yang luar biasa ini para peneliti bingung mengenai bagaimana mereka mencocokkan semua bunyi tersebut.
Beraneka bunyi semut bisa direkam dengan sukses, dan bagian-bagian dari riset ini diterbitkan di majalan Journal of Sound and Vibration tahun 2006, dan itu adalah pertama kali manusia dapat mendengar suara semut yang sebenarnya!
Peneliti ini menerbitkan banyak riset dan yang paling penting adalah tentang komunikasi antar semut dengan judul ‘Analisis Komunikasi Akustik Oleh Semut’ di Journal of Acoustical Society of Amarican Magazine.
Peneliti-peneliti ini menunjukkan bahwa semut-semut melebihi kita dalam komunikasi akustik. Para ilmuwan mengharapkan bahwa semut menggunakan antena-antena untuk mengirim dan menerima getaran suara. Semut memperkuat isyarat-isyarat suara yang diterima seperti yang alat-alat penerima yang canggih.
Lebih dari itu, semut-semut itu bisa menghilangkan bunyi-bunyi yang melebihi batas, sehingga hal tersebut menjadi filtrasi atau klarifikasi terhadap bunyi untuk mencirikannya dari yang lain. Ini merupakan sistem komunikasi yang sangat maju, yang selama ini tidak dikenal para ilmuwan, dan mereka baru menemukannya beberapa tahun yang lalu. Namun al-Qur’an al-Karim telah menyinggung hal tersebut dan mengatakan kepada kita bahwa semut-semut itu berbicara.
Allah berfirman, ‘Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’ (an-Naml: 18)
Di dalam ayat ini, ada suatu bukti yang jelas bahwa semut-semut mempunyai suatu bahasa untuk memahami satu sama lain, dan Allah mengaruniai Sulaiman kemampuan untuk mendengar dan memahami suara-suara mereka. Para ilmuwan berusaha untuk menangkap isyarat-isyarat akustik yang diucapkan semut-semut. Namun, mereka membedakan empat macam bunyi setelah melakukan pengamatan selama bertahun-tahun.

Gambar: Semut menggunakan sinyal akustik tertentu yang dilepaskanya saat marah. Seekor semut memberi peringatan, lalu ia mengeluarkan panggilan yang bisa diterima, dipahami, dan direspon kawannya dengan segera. Untuk mendengarkan suara semut yang sedang memberi peringatan kepada kawannya, silakan klik di sini.
Para ilmuwan menyatakan bahwa semut-semut itu seperti kita, mereka melaksanakan tugas-tugas mereka secara efisien. Sambil kerja, semut-semut berbicara satu sama lain dan berkata seperti manusia. Kita menemukan bahwa semut-semut mengorganisir proses pengumpulan makanan dan tugas-tugas lain melalui bunyi-bunyi tertentu dan berbagai perintah yang dilepaskannya, sementara semut-semut lain mendengar dan merespon!

Ini adalah suara semut dalam keadaan normal dan saat bekerja, memindahkan sesuatu, dan mengumpulkan makanan. (klik di sini)
Ketika semut menyerang seekor ulat, maka ia mengeluarkan suara yang menakutkan. Suara-suara tersebut benar-benar tidak bisa dipahami, dan mereka melakukan pertemuan seperti manusia.

Dengarkan suara seekor semut saat menyerang seekor ulat. .( klik di sini)
Phil De Vries menemukan bahwa serangga melepaskan getaran-getaran suara lemah yang dapat dibedakan oleh semut. Kumbang penghisap mengeluarkan zat yang mengandung gula yang disukai semut. Serangga ini mengeluarkan getaran selama ia bekerja, sehingga semut sering kali terjebak sebagai mangsanya. Getaran-getaran akustik itu merupakan alat komunikasi di antara serangga.
Allah berfirman, ‘Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.’ (al-Isra’: 44)
Robert Hickling, salah seorang peneliti terkemuka mengatakan, ‘Semut-semut tidak bereaksi terhadap suara manusi dan tidak terpengaruh olehnya. Tetapi jika kita mengarahkan kepadanya getaran-getaran yang sesuai, maka semut terpengaruh olehnya dan meresponnya. Ini berarti bahwa semut-semut mempunyai bahasa sendiri dan mereka sepenuhnya seperti manusia. Di sini kita ingat akan firman Allah, ‘Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.’ (an-Naml: 38)
Karenanya kita menyadari bahwa al-Qur’an al-Karim itu sejalan dengan ilmu pengetahuan modern.

Sumber : http://www.eramuslim.com/peradaban/quran-sunnah/bahasa-semut.htm#.U9aYW5zZYbc

Kamis, 17 Juli 2014

Saling ketergantungan antara semut dan pohon-pohon

Saling ketergantungan antara semut dan pohon-pohon

 
 “ dan tidak ada suatu binatang melata[1] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi….
Sebuah tanaman aneh terdapat di dunia flora. Tanaman ini takut terhadap serangga tertentu yang dikenal dengan “serangga pemakan tanaman”. Lalu apa yang dilakukan tanaman ini? Apakah Allah membiarkan ciptaan-Nya ini menanggung risiko?
 
Allah telah membekali tanaman ini dengan saluran khusus yang mengeluar-kan materi lezat yang sangat disukai semut. Serangga kecil ini berduyun-duyun menghampiri tanaman ini untuk bersantap. Sebagai imbalannya, para serangga kecil ini menjadi penjaga tanaman ini dari serangan serangga-serangga pemakan tanaman.
 
 Maha Suci Allah, Rabb alam semesta. Engkau tidak pernah membiarkan ciptaan-Nya tanpa memperoleh rahmat kasih sayang-Mu. Adakah di antara kita yang masih meragukan bahwa Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ini berkuasa memberikan rizki kepada manusia yang mengucapkan لا إله إلا الله (tidak ada Tuhan selain Allah)? Allah berfirman:
(وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ) [هود: 6].
“ dan tidak ada suatu binatang melata[1] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[2]. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
 
[1] Yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.
[2] Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim.

--------------------
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel

Suara Semut

Banyak para peneliti yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam ….


Banyak para peneliti yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam melakukan kontrol terhadap serangga dan memonitoring frekuensi suara yang berasal darinya, namun mereka tidak mendapatkan kemampuan untuk mengkonfirmasi hal tesebut kecuali hanya mampu merekam suara
yang dihasilkan oleh semut! Tujuannya adalah untuk melacak keberadaan semut yang berada pada tanaman pertanian namun mereka tidak menemukan cara yang lebih efisien untuk melacak suara semut!
Namun yang mengejutkan para ilmuwan adalah bahwa frekuensi suara yang dihasilkan oleh semut bervariasi dari satu semut ke semut yang lainnya,  dan dari satu jenis semut dengan jenis yang lainnya serta dari satu posisi ke posisi lain! Paling tidak ada 12 ribu macam semut di dunia ini, dan jumlah semut di bawah tanah lebih banyak dari jumlah manusia berlipat ganda, dan oleh karena jumlah yang begitu besar itulah membuat bingung para peneliti bagaimana cara berinteraksi dengan suara-suara tersebut.
Mereka telah mampu merekam suara yang berbeda terhadap semut, dan penelitian ini telah diterbitkan pada majalah Journal of sound and vibration (jurnal tentang suara dan getaran) pada tahun 2006, dan suara yang pertama kali didengar manusia di dalamnya adalah
benar-benar suara semut!
Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa semut mengalahkan manusia dalam indera pendengaran, dan ilmuwan menduga bahwa semut menggunakan antenna untuk transmisi dan menerima frekuensi suara,
dan semut menggunaka sinyal suara yang besar seperti perangkat penerima suara modern saat ini, namun dapat langsung hilang dan berubah oleh berbagai efek apapun dalam proses penyaringan atau pemurnian suara, untuk membedakan antara semut dengan yang lainnya! Ini adalah sistem yang sangat canggih dalam berkomunikasi yang tidak diketahui oleh para ilmuwan dan tidak mampu diungkap kecuali pada masa sekarang ini, namun Al-Qur'an yang mulia telah membicarakan hal ini dan memberitahu kita bahwa semut dapat berbicara:
حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
Seorang mukmin tidak memiliki pengetahuan ini kecuali akan berkata: Subhanallah!

--------------------
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel
Sumber : www.kaheel7.com/id

Jumat, 11 Juli 2014

Semua Hal Tentang Dunia semut Rangrang

Dunia Semut Rangrang

"Peta Sebaran Semut Rangrang":


(Semut) Rangrang atau kerangga (Oecophylla) adalah semut berukuran agak besar yang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk anyaman untuk sarangnya. Karena hal inilah maka ia disebut sebagai weaver ant atau "semut penganyam". Di dunia dikenal dua jenis rangrang yang pertama adalah Rangrang Asia (O. smaragdina) yang tersebar luas dari Pakistan sampai Australia bagian utara dan Rangrang Afrika (O. longinoda) yang menghuni kawasan tropis di Afrika.

Sebagaimana banyak semut lainnya, semut rangrang adalah serangga sosial dan membentuk koloni. Dalam kelompok sosial tersebut, pekerjaan dibagi sesuai dengan tipe individunya (kasta). Populasi dalam satu koloni semut rangrang bisa sangat banyak sekali. Semut Rangrang juga bersifat teritorial (menjaga tempat hidupnya) dan bertemperamen "galak". Rangrang tidak segan-segan menyerang apa pun yang mendekati kawasan aktivitasnya.

B. Struktur Sosial Semut Rangrang

"Struktur Sosial Semut Rangrang":


1. Ratu Semut
Ratu semut mudah dikenali karena tubuhnya lebih besar, berwarna hijau hingga coklat dengan perut yang besar dan menghasilkan banyak telur. Ratu semut ini pada mulanya mempunyai sayap seperti halnya semut jantan, tetapi setelah kimpoi sayapnya lepas.
Ratu semut banyak ditemukan pada tempat-tempat yang tidak terganggu. Mereka menyukai tempat yang aman untuk meletakkan telur. Jika merasa terganggu, mereka akan berpindah ke tempat lain yang lebih aman.
Ratu semut umumnya berada pada sarang yang tidak terlalu kecil, dengan daun-daun yang masih segar dan hijau. Apabila daun-daun pembentuk sarangnya mengering, sebagian semut bahkan ratunya akan meninggalkannya dan berpindah ke sarang baru

2. Semut Jantan
Semut jantan lebih kecil daripada ratu semut, berwarna kehitam-hitaman dan hidupnya singkat. Setelah mengawini ratu ia mati.

3. Semut Pekerja
Semut pekerja adalah semut betina yang mandul. Mereka tinggal di dalam sarang dan merawat semut-semut muda. Namun pada kondisi dimana satu koloni Semut Rangrang tidak memiliki Ratu Semut, maka semut pekerja akan bertelur.

4. Semut Prajurit
SSemut prajurit merupakan anggota yang paling banyak jumlahnya dalam koloni dan bertanggung jawab untuk semua aktivitas dalam koloninya. Mereka menjaga sarang dari serangan pengacau, mengumpulkan dan membawa makanan untuk semua anggota koloninya serta membangun sarang. Ketika sarangnya terganggu ? Mereka membawa semut-semut muda dengan giginya yang kuat dan memindahkannya ke tempat aman. Pada kondisi tertentu mereka juga dapat meletakkan telur ke tempat yang lebih aman, seperti ratu semut.

C. Siklus Perkembangbiakan Semut Rangrang

"Larva & Pupa":


Tahap pertumbuhan semut dimulai dari telur menjadi larva, pupa, kemudian semut dewasa. Telur berukuran sangat kecil, kira-kira 0.5 mm x 1 mm dan berbentuk elips, berwarna putih.. Sedang Larva mempunyai kulit yang halus, putih seperti susu, tidak berkaki dan tidak bersayap, sudah terbentuk mata dan mulut. Selanjutnya Pupa menyerupai semut dewasa namun tidak aktif dan berwarna putih. Selanjutnya Pupa akan menjadi semut yang berubah warna sesuai dengan kastanya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah berapa lama siklus perkembangbiakan semut rangrang tersebut? Berapa umur semut rangrang?

Dari sejak Ratu Semut kimpoi, sayap Ratu Semut akan gugur dan setelah sayap Ratu Semut gugur, selama 5-10 hari, Ratu semut akan bertelur. Perkembangan telur selanjutnya sangat tergantung dari suhu lingkungan. Pada suhu 30°C, telur akan berubah menjadi Larva dalam jangka waktu sekitar 8 hari. Selanjutnya Pupa setelah hari ke-17 dan semut pekerja dewasa pertama muncul setelah 28 hari.

Berapa lama umur semut ratu?
Berikut data dari http://en.wikipedia.org/wiki/Queen_ant
Quote:Original Posted By ""

A queen ant is an adult, reproducing female ant in an ant
colony; generally she will be the mother of all the other
ants in that colony. Some female ants do not need to
mate to produce offspring, reproducing through asexual parthenogenesis or cloning, and all of those offspring will be female. Others, like those in the genus Crematogaster, undergo mating in a nuptial flight. Ant offspring develop from larvae specially fed in order to become sexually mature among most species.
Depending on the species, there can be either a single mother queen, or potentially, hundreds of fertile queens in some species. Queen ants have one of the longest life-spans of any known insect – up to 30 years.[1] A queen of Lasius niger was held in captivity by German Entomologist Hermann Appel for 28¾ years; also a a Pogonomyrmex owyheei has a maximum estimated longevity of 30 years in the field.[1]


D. Cara Membangun Sarang
Prajurit semut menarik daun-daun secara bersama-sama, sementara semut lainnya merajut daun-daun tersebut dari dalam dengan menggunakan larva dan giginya sebagai pemintal benang. Larva semut menghasilkan benang-benang sutera halus untuk merajut daun.

E. Makanan Semut Rangrang

"Makanan Semut":

Makanan semut sangat beragam, namun dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu protein dan gula. Tidak seperti semut lainnya, semut rangrang lebih menyukai protein daripada gula. Protein dapat ditemukan pada daging, ikan, ayam, tikus dan serangga.

F. Tempat Ideal Untuk Bersarang
Semut Rangrang mempunyai kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungannya. Mereka selalu berusaha mendapatkan makanan dan tempat tinggal dalam kondisi optimal.

Lalu apa kondisi ideal bagi Semut Rangrang untuk bersarang?
1. Sedikit gangguan dari manusia,
2. Cukup Makanan,
3. Tersedia daun cukup lebar namun lentur atau daun kecil tapi banyak,
4. menyukai lingkungan dengan suhu antara 26-34°C dan kelembaban relatif antara 62 sampai 92%.

Di alam sekitar, Semut Rangrang menyukai pohon-pohon yang tinggi seperti pohon kedondong (Spondias dulcis) atau pohon mangga (Mangiferasp.).

G. Manfaat Semut Rangrang
Kajian mengenai peran semut rangrang sebagai pengendali hama telah dimulai pada tahun 304 Masehi di Cina. Pada waktu itu, semut rangrang terbukti mampu mengendalikan hama kutu-kutuan pada tanaman jeruk. Di Indonesia, semut rangrang juga diketahui memangsa beberapa jenis hama, misalnya larva lalat buah dan ulat bulu. Disamping itu, Larva Semut Rangrang (biasa disebut Kroto di Indonesia) juga dijadikan konsumsi manusia dan burung kicauan.




http://www.kaskus.co.id/thread/529152a51f0bc3772f000007/share--diskusi-dunia-semut-rangrang--budidayanya?goto=newpost/
Sumber :

Senin, 07 Juli 2014

Mengenal Ratu Rang-Rang

 



 
 
Seputar Semut Ratu

Menurut ane, ternyata masih banyak yg kurang memahami tentang Ratu. Mungkin tulisan ini mampu memberikan sedikit pengertian.

Ada 3 metamorfosis yg dialami ma Ratu Semut itu, yaitu :
1. Ratu Semut Muda, ciri2 : masih ada sayap, warna perut hijau.

 
2. Ratu Semut Siap kimpoi, ciri2 : masih ada sayap, warna perut hijau kekuningan



3. Ratu Semut Sudah kimpoi, ciri2 : da gak ada sayap, warna perut kuning kemerahan sampai merah kehitaman dg gelang di perut warna kuning orange.

 
Bagaimana proses Semut Ratu kimpoi?
Sekarang proses Semut Ratu kimpoi, mereka terbang bersama semut2 pejantan trus kimpoi di udara (mayoritas) dan didarat. Semut ratu akan menerima sperma dari semut2 pejantan. 1 ekor semut ratu bisa menerima perkimpoian dari minimal 10 ekor semut pejantan. Setelah itu semut ratu akan mencari lokasi untuk membuat sarang baru sendirian ato kembali ke sarang lama.

Klo memang ratu membuat sarang/koloni baru, mereka akan diam dan memakan sayap mereka sendiri yang gugur setelah proses kimpoi. Kemudian semut ratu akan bertelur dan menetaskan telur2 tersebut sendirian tanpa bantuan dari kasta semut lain. Setelah lahir semut2 muda, maka terbentuklah koloni tersebut.

Bagaimana Proses bertelurnya Semut Ratu?
Di atas sudah disebutkan bahwa semut ratu akan menyimpan sperma semut pejantan di bagian perutnya dan kemudian bertelur sampai habis sperma pejantan tersebut.
Setelah habis, Semut Ratu akan mengalami jeda bertelur selama +- 10 hari. Fase "Pemulihan Diri" ini digunakan oleh Semut Ratu untuk memunculkan kembali sayapnya dan siap untuk dikimpoi lagi oleh Semut Pejantan. Dan selanjutnya proses kembali seperti awal. (www.antweb.org)
Semut Ratu akan selalu dikerubuti oleh kasta semut yang lain, dan bertambah banyak saat Semut Ratu sedang bertelur. Semut Prajurit akan selalu menjunjung Semut Ratu dan membawa kemanapun pergi. Dan setiap telur yang dikeluarkan akan selalu langsung dibawa pergi oleh Semut Prajurit atau Semut Pekerja yang ada disekitarnya dan kemudian ditempatkan di media sarang lain.

Bagaimana cara koloni semut merawat dan memelihara Semut Ratu?
Dalam koloni Semut, selain Larva, Pupa dan Semut Jantan, Semut Ratu juga dirawat oleh Semut Pekerja dan/atau Semut Prajurit. Makan dan Minumnya harus selalu disuapin.

Darimana Semut Ratu berasal?
Tentu saja dari telur semut. Saat telur telah berubah jadi Larva, maka semut pekerja akan memberikan makanan dan minuman kepada Larva sampai Larva berubah menjadi Pupa selama +- 7 hari. Saat Larva memiliki berat 6-6,5mg, bisa dipastikan akan muncul Pupa Ratu. Dan jika berat kurang dari 6-6,5mg, maka Pupa tersebut akan menjadi kasta semut yang lain. (Wilson, O. Edward; On Flanders' Hyphothesis of Caste Determination In Ants; Biological Laboratories, Harvard University, pg - 17)

Kapan Pupa Semut Ratu Muncul?
Dalam jurnal ilmiah, "A Study of The Weaver Ant, Oecophylla smaragdina" - A. C. Cole and J. W. Jones, Jr. - The University of Notre Dame, menyebutkan bahwa di benua Asia, banyak ditemukan Pupa Semut Ratu pada musim Hujan, di Australia pada musim "Winter". Dan realita di lapangan, menyebutkan bahwa Semut Ratu muncul berdasarkan musiman. Mereka muncul saat musim hujan.

Berapa lama umur Semut Ratu Muda sampai Semut Ratu siap kimpoi? Berapa lama umur Semut Ratu itu sendiri?
Terhitung sejak Pupa Semut Ratu berubah menjadi Semut Ratu Muda, maka 7-8 bulan kemudian, Semut Ratu sudah siap kimpoi.
Secara umum, dalam kondisi normal, Semut Ratu berumur +- 8 tahun. Sebelum akhirnya mati dan digantikan oleh semut ratu yg lain (www.antweb.org)

Mungkinkah Dalam Sebuah Koloni Ada Lebih Dari 2 Ratu? Dan Apakah Semut Ratu Bisa Saling Bereproduksi?
Dalam jurnal ilmiah "Cooperation Between Dealate Queens During Colony Foundation in The Green Tree Ant, Oecophylla smaragdina" by Christian Peeters and Alan N. Andersen, disebutkan bahwa dalam sebuah koloni lama, hanya dibutuhkan 1 ekor semut ratu. Namun dalam pembentukan koloni baru, bisa terdapat 2 ekor semut ratu atau lebih untuk mempercepat pembesaran koloni itu sendiri. Dan saat koloni sudah besar (dewasa), maka semut ratu yang lain akan pergi dan membentuk koloni dan sarang baru.

Dari sini bisa kita analisa bahwa saat masih awal pembentukan koloni, kehadiran lebih dari 1 ekor semut ratu mampu mempercepat proses pembesaran koloni. Namun saat koloni mencapai umur tertentu, keberadaan ratu yang terlalu banyak justru malah kurang berfungsi maksimal kalau tidak dipindahkan untuk membentuk koloni baru.

Berapa lama sebuah koloni dianggap sudah mencapai tingkat kedewasaan? Ane belum berhasil menemukan referensi ttg itu, namun ada hipotesa bahwa saat sebuah koloni dg banyak semut ratu, dan koloni itu berumur > 8 bulan, maka tingkat produktivitas semut ratu akan berkurang.

Bagaimana Cara Semut Rangrang Berkomunikasi? Apa saja yang mereka komunikasikan?
Semut rangrang memiliki semacam antena yang berada dikepalanya untuk saling berkomunikasi. Mereka berkomunikasi dengan cara saling menyatukan antena dan/atau melalui pengiriman dan/atau penerimaan pheromon di lantai maupun udara. Informasi yang disampaikan bisa berupa lokasi makanan atau minuman, rute jelajah wilayah, perihal seksualitas dan reproduksi dsbnya.
Jika semut rangrang menjelajah, mereka akan mengikuti pheromon dari penjelajah sebelumnya yang ditempelkan di lantai tempat mereka berpijak.
Jika semut rangrang mengenali pheromon yang tidak sama dengan koloninya, mereka akan menganggap mereka predator dan akan langsung menyerang. Untuk itulah dibutuhkan ilmu penyatuan koloni dalam budidaya semut rangrang.
Saat Semut Ratu sudah siap untuk kimpoi, mereka akan mengeluarkan pheromon yang membuat semut pejantan mencari keberadaan semut ratu dan melakukan perkimpoian.

Apakah semut rangrang mempunyai memori/ingatan? Apa saja yang mereka ingat?
Ya, semut rangrang mempunyai memori/ingatan. Dalam "Swarm Intelligence, Ant Algorithms and Ant Colony Optimization - IRIDIA - Universite Libre De Bruxelles - Belgio", Marco Dorigo menyebutkan bahwa Semut mempunyai memori dan selalu meng-update memorinya akan segala masukan/informasi/data yang baru diterima. Saat semut berjalan menjelajah teritorialnya untuk menemukan lokasi makanan atau minuman, mereka akan menggunakan pheromon untuk menaruh jejak disetiap jalan yang mereka lalui, dan disaat mereka pulang, mereka akan mengingat2 jalan pulang mereka.
Dari sini bisa kita analisa bahwa semut memiliki ingatan atas apa yang baru saja mereka perbuat, lakukan dan terjadi pada diri mereka.

Berapa jarak terjauh agar semut rangrang tidak mengenali pheromon dari semut yang lain?
Dalam jurnal ilmiah tentang "Insect Pheromones" by Fred E. Regnier and John H. Law - Departement of Biochemistry, University of Chicago, Chicago, illinois 60637 - menyebutkan bahwa sekumpulan serangga yang mengeluarkan pheromon secara bersama-sama akan membentuk sebuah area aktif dimana serangga di dalam area aktif pheromon tersebut akan segera bereaksi atas pheromon yang diterima karena tingkat kandungan pheromon tertinggi, dan tingkat pheromon akan semakin menipis seiring dengan jauhnya pusat dikeluarkannya pheromon.
Dari sini bisa kita analisa bahwa pengiriman dan/atau penerimaan pheromon mempunyai keterbatasan area, sehingga bisa kita manfaatkan untuk kepentingan yang lain dalam hal budidaya semut rangrang. Misalnya, untuk memisahkan semut ratu agar tidak menerima informasi bahwa koloni tidak membutuhkan pertambahan telur lagi.
Tentang berapa jaraknya, memang ane belum berhasil mendapatkan referensi ilmiah, namun jika melihat dari kenyataan yang ada, bahwa jika 2 buah koloni dalam rak berjarak lebih dari 1 meter, maka saat hendak digabung, mereka harus tetap melalui proses "Penyatuan Koloni". Jika terdapat 2 buah pohon dengan masing-masing terdapat sarang alam, dimana kedua pohon tersebut tidak saling terhubung dan dipisahkan oleh 1 meter selokan air, maka saat kita melakukan penggabungan kedua koloni tersebut, maka tetap harus melalui perlakuan "Penyatuan Koloni".

Huff ... ternyata banyak juga tulisan ane kali ini. Semoga bisa menjadi bahan masukan dan informasi bagi semua.

Sumber :
1. www.antweb.org
2. Wilson, O. Edward; On Flanders' Hyphothesis of Caste Determination In Ants; Biological Laboratories, Harvard University, pg - 17.
3. "A Study of The Weaver Ant, Oecophylla smaragdina" - A. C. Cole and J. W. Jones, Jr. - The University of Notre Dame.
4. Cooperation Between Dealate Queens During Colony Foundation in The Green Tree Ant, Oecophylla smaragdina" by Christian Peeters and Alan N. Andersen.
5. Swarm Intelligence, Ant Algorithms and Ant Colony Optimization - IRIDIA - Universite Libre De Bruxelles - Belgio by Marco Dorigo
6. "Insect Pheromones" by Fred E. Regnier and John H. Law - Departement of Biochemistry, University of Chicago, Chicago, illinois 60637
7. Credited to Agan salz666, agan saintproject, agan masthagiri, agan Boedy STia Wan (Jogja), agan Fany Rihardi (TKJ), agan Firman Visesa (TKJ) and all Member Group BB "Dunia Semut Rangrang"

Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/529152a51f0bc3772f000007/share--diskusi-dunia-semut-rangrang--budidayanya?goto=newpost/90

Sabtu, 05 Juli 2014

Semut Pemotong Daun "Atta"


Semut pemotong daun sedang bekerja.

Ciri-ciri khusus semut pemotong daun, yang juga di-sebut "Atta", adalah kebiasaan mereka membawa potongan daun yang mereka potong di atas kepalanya. Semut ini bersembunyi di bawah daun, yang sangat besar dibandingkan ukuran tubuh mereka. Daun ini mereka tahan dengan dagu yang terkatup rapat.

Oleh karena itu, perjalanan pulang semut pekerja setelah bekerja seharian memberi pemandangan sangat menarik. Orang yang melihatnya akan merasa seolah lantai hutan menjadi hidup dan berjalan. Di hutan hujan, pekerjaan mereka mengambil sekitar 15 persen produksi daun. Alasan mereka membawa potongan daun tentu saja bukan untuk perlindungan dari matahari. Semut ini juga tidak memakan potongan daun. Lalu, bagaimana mereka memanfaatkan begitu banyak daun?

Ternyata Atta menggunakan daun untuk memproduksi jamur. Daun itu sendiri tidak dapat mereka makan karena di dalam tubuh mereka tak ada enzim yang dapat mencerna selulosa dalam daun. Semut pekerja menumpuk potongan daun setelah ia kunyah, dan ia sim-pan di ruang-ruang dalam sarang di bawah tanah. Di ruangan ini mereka menanam jamur di atas daun. Dengan ini, mereka memperoleh protein yang mereka butuhkan dari pucuk jamur.

Namun, jika Atta disingkirkan, kebun itu biasanya mulai rusak dan segera tersaingi jamur liar. Lalu, bagaimana Atta, yang membersihkan kebunnya hanya sebelum "penanaman", terlindung dari jamur liar? Cara menjaga kultur murni jamur tanpa harus selalu disiangi tampaknya bergantung pada air liur yang dimasukkan semut ke dalam kompos saat mereka mengunyah. Diduga air liur tersebut mengandung antibiotik yang menghambat pertumbuhan jamur yang tak diinginkan. Air liur juga mungkin mengandung zat pen-dukung pertumbuhan untuk jamur yang tepat. Yang harus direnungkan adalah: Bagaimana semut ini belajar membudidayakan jamur? Apakah mungkin, pada suatu hari seekor semut kebetulan mengambil daun dengan mulutnya dan mengunyahnya? Lalu secara kebetulan lagi ia menempatkan cairan yang kini mirip bubur ini di atas lapisan daun kering yang benar-benar secara kebetulan merupakan lahan yang cocok? Dan semut lain membawa potongan jamur dan menanamnya di situ? Dan akhirnya semut itu tahu di situ akan tumbuh sejenis makanan yang dapat mereka makan, sehingga mereka mulai membersihkan kebun, membuang bahan yang tak perlu, dan memanennya? Lalu mereka menyampaikan proses ini kepada seluruh koloni satu per satu? Selain itu, mengapa mereka membawa semua daun itu ke sarang meskipun tak dapat mereka makan?

Selanjutnya, bagaimana semut ini mampu menciptakan air liur yang mereka gunakan saat mengunyah daun untuk memproduksi jamur? Kalaupun misalnya mereka entah bagaimana dapat membentuk air liur ini, dengan informasi apa mereka dapat memproduksi antibiotik dalam air liur mereka yang mencegah terbentuknya jamur liar? Bukankah diperlukan pengetahuan ilmu kimia yang signifikan untuk bisa mencapai proses seperti itu? Andaipun mereka memiliki pengetahuan itu - yang mustahil terjadi - bagaimana mereka bisa menerapkannya dan membuat air liur mereka memiliki ciri-ciri zat antibiotik ini? 

Akibat simbiosis antara semut pemotong daun dan jamur, semut memperoleh protein yang mereka butuhkan untuk gizi dari tunas jamur yang mereka tanam di daun. Di atas terlihat kebun jamur yang dirawat semut.


  1. Di dalam sarang, pekerja yang lebih kecil memotong daun kecil-kecil.
  2. Kasta berikut mengunyah potongan ini menjadi pulp dan memupuknya dengan simpanan cairan feses yang kaya enzim.
  3. Semut-semut lain menyediakan pasta daun subur di atas lapisan daun kering di ruang baru.
  4. Kasta lain mengangkut potongan jamur dari ruang lama dan menanamnya dalam pasta daun. Potongan jamur dioleskan pada pasta daun seperti lapisan gula kue.
  5. Kasta kerdil berkerumun membersihkan dan menyiangi kebun, lalu memanen jamur untuk dimakan semut lain


Dalam gambar di bawah, seekor Atta, ditemani penjaganya yang berukuran kecil, membawa selembar daun Dalam gambar di atas, seekor Atta, ditemani penjaganya yang berukuran kecil, membawa selembar daun.

Metode Pertahanan Atta yang Menarik
:

Pekerja berukuran sedang dari koloni semut pemotong daun melewatkan hampir seluruh hari mereka membawa daun. Mereka jadi sulit membela diri selama kegiatan ini, karena mereka memegang daun dengan dagu yang biasa mereka gunakan untuk membela diri. Jadi, jika mereka tak mampu membela diri, siapa yang melindungi mereka?

Telah diamati bahwa semut-pekerja pemotong daun selalu berjalan ditemani pekerja yang berukuran lebih kecil. Pada mulanya ini diperkirakan hanya kebetulan. Lalu, alasan di balik hal ini diteliti dan temuan-nya, yang merupakan hasil analisis yang panjang, adalah contoh kerja sama yang menakjubkan.

Semut berukuran sedang, yang bertugas membawa daun, meng-gunakan sistem pertahanan yang menarik untuk melawan jenis lalat musuh. Lalat musuh ini memilih tempat khusus untuk bertelur pada kepala semut. Tempayak yang menetas dari telur ini akan memakan kepala semut, dan pada akhirnya memenggalnya. Tanpa asistennya yang kecil, semut pekerja tak berdaya melawan spesies lalat yang selalu siap menyerang ini. Dalam keadaan normal, semut mampu mengusir lalat yang mencoba mendarat di tubuh mereka dengan rahang setajam gunting. Namun, ia tak dapat melakukannya selagi membawa daun. Oleh karena itu, ia menaruh semut lain pada daun yang dibawanya untuk membelanya. Jika diserang, para penjaga kecil ini bertarung melawan musuh.
Jalan Raya Atta:

Jalan yang digunakan Atta, saat membawa pulang daun yang mereka potong, mirip jalan raya mini. Semut yang merayap perlahan di jalan ini mengumpulkan semua ranting, kerikil kecil, rumput, dan tumbuhan liar dan menyingkirkannya ke satu sisi. Dengan demikian, mereka membuat jalan bersih bagi mereka sendiri. Setelah lama bekerja secara intensif, jalan raya ini menjadi lurus dan mulus, seolah dibangun dengan alat khusus.

Selagi membawa daun yang mereka potong, Atta membersihkan jalan yang mereka gunakan dari segala macam potongan ranting, kerikil, dan sisa rumput. Jadi, mereka menyiapkan semacam "jalan raya" bagi diri mereka sendiri.

Koloni Atta terdiri atas pekerja sebesar butir pasir, prajurit yang beberapa kali lipat lebih besar, dan "pelari maraton" berukuran sedang. Pelari maraton ini berlari membawa potongan daun ke sarang. Semut-semut ini begitu rajin sehingga, jika diukur dengan ukuran manusia, setiap pekerja berlari dengan kecepatan satu mil per empat menit sepanjang 50 km, sambil memanggul 227 kg di bahunya.

Dalam sarang Atta, ada ruang-ruang sebesar kepalan tangan sedalam hingga 6 meter. Pekerja mini bisa memindahkan sekitar 40 ton tanah saat menggali sejumlah besar ruangan dalam sarang mereka yang besar.25 Pembangunan sarang selama beberapa tahun oleh semut ini memiliki tingkat kesulitan dan standar profesionalisme tinggi yang setara dengan pembangunan Tembok Besar Cina oleh manusia.

Inilah bukti bahwa Atta tidak bisa dipandang sebagai makhluk sederhana yang biasa. Semut, pekerja sangat keras, mampu merampungkan tugas rumit yang sulit dilakukan manusia. Sesungguhnya satu-satunya Pemilik kekuasaan yang bisa memberi mereka keterampilan seperti ini adalah Allah. Sungguh tidak logis jika kita mengatakan bahwa me-reka memperoleh semua keterampilan ini sendiri dan dengan kemauan sendiri.


Teknik Semut Atta Memotong Daun:




Saat semut memotong daun dengan mandibula (rahang), seluruh tubuhnya bergetar. Para ilmuwan mengamati bahwa getaran ini membuat daun diam, sehingga memudahkan pemotongan. Pada saat yang sama, bunyi ini dapat menarik perhatian para pekerja lain - semuanya betina - ke tempat tersebut untuk menyelesaikan memotong seluruh daun.26 Si semut menggosokkan dua organ kecil pada perut-nya untuk menghasilkan getaran ini, yang bisa didengar manusia sebagai bunyi yang sangat lirih. Getaran ini dikirim melalui tubuh hingga mencapai mandibula semut yang mirip arit. Dengan menggetarkan bokongnya secara cepat, semut ini memotong daun berbentuk sabit dengan menggetarkan mandibula, mirip dengan pisau listrik.

Teknik ini memudahkan pemotongan daun. Namun, di-ketahui bahwa getaran ini juga memiliki tujuan lain. Seekor semut yang memotong daun akan menarik semut lain ke tempat yang sama karena banyak tumbuhan lain di daerah tempat tinggal Atta beracun. Karena menguji setiap daun oleh masing-masing semut merupakan prosedur yang berisiko tinggi, mereka selalu pergi ke tempat di mana semut lain telah berhasil merampungkan tugas mereka. 

Sumber : http://www.danish56.blogspot.com/2010/12/mengenal-mahluk-mungil-nan-unik-semut.html

10 Fakta Menakjubkan Tentang Semut


Semut merupakan salah satu jenis serangga yang namanya dijadikan nama salah satu surah di Al Qur’an, yaitu surah An-Naml. Dinamakan An-Naml (semut) karena pada ayat 18 dan 19 surah ini berisikan tentang kisah seekor pemimpin semut yang menginstruksikan anak buahnya untuk segera masuk sarang karena nabi Sulaiman as dan tentaranya akan melewati tempat itu. Nabi Sulaiman as yang mempunyai mu’jizat bisa mengerti suara hewan kemudian merasa takjub atas kejadian tersebut dan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kepadanya.
“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An Naml: 17-18)
Kembali lagi ke semut, semut yang dikenal memiliki solidaritas dan ukhuwah yang tinggi antar sesamanya merupakan salah satu spesies serangga tercanggih di muka bumi, hampir tidak ada serangga yang sekuat semut.
Menurut para ilmuwan, mereka telah bertahan selama 6 juta tahun karena mereka diberi karunia oleh Allah untuk mampu beradaptasi dengan baik dimana pun mereka tinggal.
Berikut ini merupakan sebagian kecil fakta-fakta menakjubkan dan unik dari semut yang perlu kita ketahui sebelum kita menginjak mereka yang sedang lewat di tanah maupun lantai rumah kita:
1. Semut Lebih Pintar Daripada yang Kalian Pikirkan
Binatang dengan otak paling besar proporsinya jika dibandingkan dengan keseluruhan tubuhnya adalah semut. Mereka dikenal sebagai salah satu spesies paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya. Mereka memiliki sekitar 250.000 sel otak di kepalanya.

2. Semut Sangat Ahli di Bidang Pertanian

Kalian tahu gak, bahwasanya semut telah memulai bertani dan berkebun 50 juta tahun lebih awal sebelum manusia untuk meningkatkan jumlah makanan mereka. Para semut menggunakan teknik hortikultura yang sangat canggih untuk meningkatkan hasil panen mereka. Mereka mensekresikan zat kimia yang kaya antibiotik untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sarang mereka juga dibangun dengan sistem yang sangat canggih untuk mengontrol temperatur dan kelembapan.
3. Semut Merupakan Ahli Strategi Perang

Antara spesies semut yang berbeda, bahkan yang sama sekali pun terkadang “bertarung” dan “berperang” satu sama lain, dan peperangan ini bisa berlanjut selama beberapa jam, hari bahkan minggu.
Salah satu pertempuran semut yang paling luas jangkauaanya adalah pertempuran sejenis Pavement Ant. Dan pertempuran paling besar adalah antara superkoloni semut Argentina yang menyebabkan jatuhnya jutaan korban semut yang tewas dalam sehari saja.
Beda lagi dengan semut Amazon, mereka adalah sejenis semut yang suka “memperbudak” semut lain untuk dijadikan pekerja. Mereka mendapatkan budak dari hasil invasi ke sarang semut lainnya. Sebelum menyerang mereka akan mengobservasi sarang lawan. Setelah dua hari, semut amazon pun langsung menyerang, dengan mudah mereka menaklukkan lawannya yang rata-rata telah panik dan tidak terorganisir sama sekali. Budak pun didapatkan. (Bagaimana cara menebus budak semut ya?)
4. Jumlah Semut Sangat Banyak Sekali
Jika dikalkulasikan, 10% dari keseluruhan hewan di dunia merupakan semut. Dan jika ditimbang, jumlah massa semua semut di bumi sama dengan jumlah massa semua manusia di bumi.
5. Semut Bisa Membentuk Superkoloni
Semut argentina merupakan jenis semut yang suka menyerang. Mereka membentuk superkoloni yang besar dan banyak sekali di Kalifornia, AS. Superkoloni tersebut memiliki jutaan sarang dengan jangkauan hampir ratusan mile (ratusan kilometer) dan kedalaman sarang 6 meter ke bawah. Semut dari sarang yang berbeda namun dalam satu koloni sangat jarang terlihat saling serang satu sama lain. Superkoloni terbesar terdapat di Kalifornia bagian selatan, dengan panjang 600 mile (sekitar 965 kilometer).
6. Umur Semut Hanya Beberapa Bulan Berbeda dengan Ratunya
Semut pekerja hanya mampu bertahan hidup selama 45-60 hari, bandingkan dengan sang ratu semut yang bisa hidup hingga berumur 20 tahun. Dan ketika sang ratu mati, koloni semut tersebut hanya bisa bertahan beberapa bulan.
 7. Semut Karnivora
Di Afrika dan Asia, ada spesies semut yang bisa membunuh dan memakan binatang lain yang lebih besar dengan cara “mengeroyokinya”. Semut itu dikenal dengan nama Driver Ant, Safari Ant dan Siafu. Jenis semut itu merupakan pemburu yang sangat kuat, dan mereka memanfaatkan jumlah mereka saat mengincar mangsa. Jadi pelajarannya, kekuatan kelompok itu penting lho.
 Driver ant pernah ditemukan membunuh bayi manusia dan kuda yang sedang diikat di kayu. Driver ant akan membunuh apapun yang berada di dekat sarang mereka, bahkan 100.000 ekor binatang mati dalam sehari karena koloni semut ganas ini. Semut ini juga suka berpindah-pindah untuk mencari mangsa, seperti serangga, laba-laba, kadal, ular, ayam dan binatang kecil lainnya. Terkadang memanjat pohon dan menyerang burung di sarangnya. Alhamdulillaah mereka hanya hidup di hutan bukan di kosan.
8. Semut yang Suka Beternak
Semut selain suka bertani, berburu dan berperang, mereka juga suka beternak. Dan yang mereka ternakkan bukanlah ayam, kambing apalagi sapi. Yang mereka ternakkan adalah Aphid, sejenis kumbang.
 Semut madu mendapatkan madu yang manis dar hasil sekresi aphid tsb. Semut akan melindungi dan memberi makanan kumbang. Mereka memilihkan tanaman yang cocok untuk Aphid tinggal dengan aman. Jika ada predator atau parasit datang, maka semut tsb akan memboyong aphid ke tempat lain. Mereka akan mempertahankan dan membela aphid. Sungguh bahagian hidup si Aphid.
 9. Perbudakan dalam Dunia Semut
 Slave-Maker ant merupakan jenis semut yang suka menggerebek sarang semut lain dan mencuri pupa mereka. Dan ketika pupa tersebut menetas, dan menjadi semut, semut tersebut kemudian dijadikan budak dalam koloni.
 10. Kasta dalam Dunia Semut
 Sang ratu semut berukuran lebih besar daripada pekerjanya. Mereka memiliki thorax dan abdomen yang lebih besar daripada pekerjanya. Setelah menemukan koloni baru, tugas sang ratu adalah untuk menghasilkan banyak semut pekerja, semut jantan dan ratu lainnya. Mereka bisa hidup selama 20 tahun dan bisa memproduksi ribuan telur dalam hidupnya. Semut jantan memiliki tubuh yang paling kecil dalam kasta semut. Tugas mereka hanya satu, yaitu membuahi sang ratu saat ritual perkawinan. Dan akan mati setelah beberapa hari.
 Semut pekerja memiliki tugas mencari makan, merawat bayi, membangun sarang dan menjaga koloni serta ratu. Semut tentara yang bercirikan memiliki kepala yang besar bertugas untuk menjaga sarang mereka dari serangan musuh.
 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih ber-gantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau. Maka, peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imran: 190-191)
Subhanallaah, mungkin kata itu yang terucap dari bibir kita setelah mengetahui fakta-fakta mengagumkan tersebut. Dari waktu ke waktu kita harus sering merenungi dan memikirkan ayat-ayat qauniyah yang disebar Allah di muka bumi dan penjuru langit, yang salah satunya adalah semut tersebut agar kita semakin yakin bahwa Allah-lah Yang Maha Kuasa untuk menciptakan dan memelihara mereka.

Sumber : http://kammdapase.wordpress.com/2012/06/05/10-fakta-menakjubkan-tentang-semut-yang-belum-anda-ketahui/#more-15